Bentuk Kagum Vicky Nitinegoro pada Kabin Sienta

Ketertarikan Vicky Nitinegoro pada Toyota Sienta, bukan hanya dari desain eksterior dan interior. Ia juga kagum dengan luasnya kabin kendaraan multi guna (Multi Purpose Vehicle/MPV) pintu geser terbaru Toyota itu.

Menurut dia, sangat cocok dengan karakternya yang selalu berpergian bersama teman-teman, keluarga. Bahkan, tetap masih bisa membawa barang bawaan banyak.

“Saya orangnya suka jalan ramai-ramai, dan membawa barang banyak. Jadi daripada harus pulang pergi ke rumah, jadi semua barang yang saya butuhkan langsung di bawa,” ujar pria kelahiran Jakarta 13 Juli 1983 silam itu.

Bukan hanya itu, Vicky juga kagum karena Sienta bisa membawa satu unit sepeda yang ukurannya cukup besar. Bahkan, ketika dimasukan ke kabin, tidak perlu repot membuka jok seperti di mobil lain.

“Karena Sienta ini punya fitur Dive in Seat, jok baris ketiga hanya dilipat, dan jok baris kedua juga ikut dilipat, bisa masuk itu sepeda,” kata Vicky.

Fitur lain, yang membuat Vicky kagum, yaitu cooler box. Menurut dia, sangat berguna ketika berkendara di Jakarta yang udaranya panas dan macet.

“Karena sewaktu-waktu ketika mengemudi butuh minuman dingin. Jadi tidak perlu repot ke mini market atau warung untuk membeli minuman dingin. Kita bisa menyimpannya di tempat itu sebelum memulai perjalanan,” ujar pemain sinetron itu.

Bukan hanya itu, kapasitas penumpang Sienta dengan konsep Multi Activity Vehicle (MAV) tujuh orang penumpang, dikatakan Vicky mencerminkan keluarga Indonesia. Sebab, karakter ketika berpergian selalu banyakan.

“Buat anak muda juga cocok, buat yang sudah berkeluarga juga cocok sekali. Tampilannya modern, kabinnya luas, dan paling penting harganya relatif terjangkau,” ucap Vicky.

Volvo Indonesia Klaim Tutup 2016 dengan Baik

Volvo Indonesia mengklaim mendapatkan peningkatkan penjualan sepanjang 2016. Hasil ini menjadi penting setelah banyak aktivitas yang dilakukan perusahaan tahun ini, termasuk mengembangkan sumber daya manusia, memperlebar jaringan, sampai memperkuat produk.

2016 diakui sebagai tahun penting, karena tiga merek yang berada di bawah payung perusahaan, seperti Volvo Trucks, Renault Trucks, dan UD Trucks, mengalami pertumbuhan.

Valery Muyard, Presiden Direktur Volvo Indonesia, dalam siaran resmi (14/12/2016), mengatakan bahwa 2016 dititikberatkan pada keahlian sumber daya manusia.

”Hal ini perlu karena faktor sumber daya manusialah yang dapat mengatasi masalah-masalah penting dari segi perawatan, produktivitas, dan efisiensi bahan bakar,” ucap Muyard.

Volvo Trucks disebut meraih angka penjualan yang relatif sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan UD Trucks naik hingga lebih dari 300 persen dari tahun sebelumnya. Perusahaan tak mau membeberkan detail angka.

Ghulam/KompasOtomotifUD Trucks di Parkir Timur Senayan.

Sumber Daya
Upaya yang terus dilakukan Volvo Indonesia adalah mengingkatkan kemampuan sumber daya manusia. Berbagai pelatihan dilakukan untuk mekanik dan pengemudi. Skill mereka jika digabungkan dengan teknologi, dipercaya menhasilkan solusi transportasi prima.

Kebanggan buat Volvo Indonesia setelah para mekaniknya mampu meraih prestasi dalam kompetisi kelas dunia. Mekanik Volvo misalnya, menjadi juara petrama dalam kompetisi Vista di Swedia, Juni lalu. Sedangkan mekanik UD Trucks memenangi Gemba Challenge di Jepang, bulan lalu.

Teknologi juga menjadi salah satu konsentrasi dan strategi. Namun, hal tersebut tak akan kentara jika tak didukung jaringan kuat. Saat ini, Volvo Indonesia telah memilki jaringan kuat di seluruh Indonesia termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara.

Dibukanya pabrik perakitan untuk merk UD Trucks pada Oktober 2016 lalu, diharapkan penjualan tahun depan produk Volvo Indonesia semakin kuat.

Toyota-Daihatsu Siap Gempur Negara Berkembang

Toyota Motor Corporation dan anak perusahaannya Daihatsu Motor, resmi mendirikan perusahaan internal, yang bertanggung jawab pada kendaraan kompak untuk pasar negara berkembang. Perusaahaan ini bakal beroperasi mulai 1 Januari 2017.

Melalui perusahaan yang disebut “Emerging-market Compact Car Company”, raksasa mobil Jepang ini mulai memanfaatkan kemampuan Daihatsu, yang mumpuni membuat mobil kecil untuk bermain di pasar tersebut.

Dari siaran resmi yang dikeluarkan pihak TMC dan Daihatsu, Kamis (15/12/2016) pembentukan perusahaan baru ini, dimaksudkan untuk membangun proses kerja yang terpisah (untethered) dengan praktik dan aturan konvensional yang selama ini berjalan.

Lebih dari itu, perusahaan ini juga bakal memperkenalkan mobil kompetitif melalui pendekatan “Daihatsu”, yang memiliki kemampuan manufaktur yang terjangkau, dengan produk berkualitas tinggi.

Struktur

Perusahaan ini memiliki tiga divisi, yaitu Emerging-market Compact Car Product & Business Planning Division, Emerging-market Compact Car Product Planning Division dan Emerging-market Compact Car Quality Planning Division. Di mana Masanori Mitsui, Presiden Daihatsu ditunjuk sebagai Chairman, Shinya Kotera, Managing Officer Toyota, yang akan menjadi Presiden.

Ke depannya juga,  Toyota Motor Asia Pacific Engineering and Manufacturing (TMAP-EM) bakal berganti nama menjadi Toyota Daihatsu Engineering and Manufacturing (TDEM), dan akan menjadi bagian di bawah perusahaan internal baru ini.

Jadikan Indonesia Wisata “Touring” Mancanegara

Demi mengangkat nama bangsa, Ikatan Motor Indonesia (IMI) bergerak menyelaraskan kegiatan olahraga otomotif dengan wisata yang menjadi daya tarik kuat Nusantara. Mulai tahun depan, IMI akan membuat Komisi Wisata sebagai salah satu cara memaksimalkan potensi dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jendral IMI Pusat Jeffrey JP saat menjadi pembicara di acara IMI Media Workshop dan team building di Subang, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016).

“IMI berniat untuk menjadikan intensitas kegiatan wisata otomotif sama seperti kegiatan olahraga otomotif. Misalnya saja seperti klub-klub motor yang melakukan kegiatan wisata otomotif semacam touring, mereka harus diberikan wadah yang tepat,” kata Jeffrey dalam keterangan pers IMI.

IMI mau touring itu diangkat ke permukaan sampai terdengar pihak lain yang akhirnya tidak ragu menjadikan Indonesia sebagai destinasi kegiatan. Aktivitas touring dikatakan masuk akal sebab saat ini sudah ada fasilitas Carnet de Passage (CDP) yang memudahkan kendaraan asing masuk sementara ke Indonesia.

“Di tahun depan, kami juga akan membentuk Komisi Wisata agar tujuan kami dalam memajukan kegiatan pariwisata dapat lebih terfokus,” ujar Jeffrey. Tujuan lain dari rencana ini agar IMI bisa memaksimalkan jalur komunikasi serta memperluas jaringan media.

Ducati Buka “Klinik” buat Konsumen Indonesia

Mungkin lebih mudah menikmati adrenalin saat menunggangi Ducati daripada memahami setiap detail kerumitan yang terjadi di bawah jok. Maka dari itu, buat memaksimalkan penggunaannya, Garansindo Euro Sport merasa perlu memberikan ilmu tambahan buat para konsumen.

Garansindo mengajak dua komunitas pemilik, Ducati Desmo Owners Club Indonesia (DDOCI) dan Ducati Superbike Owners (DSO), untuk mengikuti coaching clinic di diler pusat Ducati Indonesia di Kemang Utara, Jakarta Selatan, Rabu (15/12//2016). Kedua komunitas itu terdaftar resmi di prinsipal, Ducati Motor Holding SpA.

GaransindoSepeda motor Ducati milik para konsumen di Indonesia

Materi yang disampaikan berupa pemahaman atas Ducati Variable Timing (DVT) Testastretta 11° yang terdapat di mesin Multistrada dan Xdiavel. Yang perlu dimengerti konsumen, DVT bikin mesin lebih halus saat putaran mesin bawah, tetapi tidak ketika torsi dan tenaga maksimal.

Khusus buat konsumen Multistrada, mereka diberi paparan seluk beluk sudut ketika melahap tantangan off-road buat kenyamanan serta penjelasan soal fitur hill holder yang memaksimalkan pemakaian ketika turunan atau tanjakan curam.

Buat pemilik Xdiavel, informasi yang dibeberkan tentang powerfull quick start. Untuk pemilik Panigale, mereka diberi uraian mengenai kelebihan penyetelan rear pivot pada swing arm agar bisa menyesuaikan kebutuhan, apakah di jalan raya atau sirkuit.

“Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan informasi mengenai fitur-fitur sepeda motor Ducati mereka secara lebih detail, serta mendapat kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan tim Ducati global,” kata Dhani Yahya, Managing Director Ducati Indonesia.

Segmen Sport Honda “Ngacir” ke Posisi Puncak

Penjualan sepeda motor sport Honda di Tanah Air semakin beranjak naik. Tercatat pada bulan November 2016 lalu pangsa pasar mencapai 62,1 persen, atau terjual sebanyak 33.939 unit.

Hasil ini melengkapi penguasaan penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) di angka 78,9 persen di pasar sepeda motor nasional, dengan total penjualan 450.331 unit. Segmen Sepeda Motor Sport secara secara keseluruhan tumbuh 4,2 persen, menjadi 54.654 unit.

Ini juga dirasakan oleh segmen sport Honda, yang ikut tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode sebelumnya (Oktober) yang hanya 31.483 unit. Kontribusi terbesar diberikan oleh CB150R Street Fire dengan total penjualan 15.129 unit atau mencakup 44,6  persen dari total sport Honda. Juga terkandung 27,7 persen dari keseluruhan sport domestik pada November 2016.

Di segmen ini, Honda CBR Series juga ikut menyumbang dengan penjualan 10.763 unit, Verza 7.626 unit, Megapro 401 unit, dan Big Bike sport 20 unit.

“Kepercayaan konsumen terhadap produk sepeda motor Honda, terutama motorsport kami semakin kuat. Terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaanya. Ini memberikan motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan terbaik, agar dapat memenuhi keinginan konsumen Tanah Air,” Thomas Wijaya, General Manager Sales Division Astra Honda Motor (AHM) dalam siaran resminya, Kamis (15/12/2016).

CBR250RR

Performa produk sport baru, All New Honda CBR50RR diklaim mencatatkan penjualan positif. Model yang pertama kali muncul Juli 2016 lalu dan didistribusikan pada November 2016, mampu menyodok penjualan sebesar 849 unit.

Honda CBR250RR terbaru dianggap mampu mendekati para rivalnya, yang lebih dahulu bermain di kelas sport 2-silinder 250cc. “Respon konsumen terhadap All New Honda CBR250RR sangat luar biasa. Kami berharap mampu mempertahankan hasil positif ini hingga ke depan,” ucap Thomas.