AHM Masih Bungkam soal Kerja Sama dengan Grab Bike

Honda Motor Jepang mengumumkan kerja samanya dengan Grab, salah satu perusahaan teknologi informasi, yang menyediakan aplikasi ojek online. Ini diangap jadi salah satu cara Honda untuk membangun pasar baru, khususnya di kawasan ASEAN.

Berkembangnya tren ojek online di Asia Tenggara ini cukup membuat khawatir Honda, yang bisa saja menurunkan penjualan. Produsen asal Jepang ini menganggap, menjamurnya ojek online bakal menggiring tumbuhnya tren from buying to sharing atau dikenal dengan “sharing economy”.

Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar penting Honda, bukan hanya terbesar di ASEAN, melainkan di dunia. Karena itu, sangat mungkin Astra Honda Motor (AHM) atau Honda Indonesia sudah mengetahui rencana kerja sama ini.

“Saat ini kami belum dapat memberikan informasi detail terkait bentuk kerja sama yang akan dijalin oleh Honda dan Grab. Ini kolaborasi prinsipal kami dengan Grab, dan ini masih tahap awal dari kedua pihak, menyediakan solusi mobilitas bagi masyarakat di masa depan,” ujar Thomas Wijaya, GM Divisi Penjualan AHM, kepada KompasOtomotif, Rabu (14/12/2016).

Baca juga : Honda Jadi “Beking” Grab, seperti Apa Wujudnya?

Dari pemberitaan yang dilaporkan Nikkei, Selasa (13/12/2016), dalam kerja sama ini, Honda kemungkinan besar akan menawarkan produk ramah lingkungan kepada operator Grab. Apakah produk yang dimaksud skuter listrik Honda?

“Kami belum memutuskan produk khusus sebagai alat transportasi penunjangnya. Terkait kendaraan yang akan digunakan dalam kerja sama ini, kami belum mendiskusikan model yang nanti akan digunakan. Pastinya kami selalu aktif melakukan inisiatif dalam melestarikan lingkungan, dan melakukan upaya mereduksi emisi gas buang kendaraan,” ucap Thomas.

Saat ditanyakan, apakah penurunan penjualan yang terjadi di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh tren sharing economy tersebut, Thomas menjawab, “Kami belum memiliki angka yang pasti terkait hal tersebut.”

Jika melihat data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan Januari-Oktober 2016 mengalami penurunan 2,6 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu, atau hanya mencapai 3.620.761 unit.