China Perpanjang “Potongan Pajak” Mobil Kompak

Pemerintah China dikabarkan bakal memperpanjang pemotongan pajak, untuk kendaraan bermesin kecil sampai 2017. Informasi ini tentu akan membawa angin segar bagi para produsen mobil di China.

Mengutip Reuters, Rabu (14/12/2016) dari dua sumber terpercaya, ini merupakan salah satu cara untuk bisa mencegah penurunan tajam penjualan mobil tahun depan, jika pemotongan pajak berakhir seperti yang direncanakan, akhir tahun ini.

Masih belum jelas pengurangan pajak yang akan ditetapkan tahun depan, masih sama atau ada perubahan. Saat ini pemerintah China memangkas pajak sampai 5 persen untuk kendaraan dengan mesin di bawah 1.6 L.

Pada bulan Oktober 2015, pemerintah mengatakan, kebijakan itu akan berakhir di ujung 2016. Penjualan mobil di China merupakan yang terbesar di dunia, meski begitu China sempat berjuang dari penjualan yang lemah pada tahun 2015, di tengah perlambatan ekonomi.

Namun kemudian, penjualan bisa rebound kuat, berkat kebijakan pemotongan pajak. Penjualan mobil telah meningkat 14,1 persen pada periode Januari-November 2016, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Kami beroperasi di bawah asumsi bahwa hal itu akan diperpanjang,” kata salah satu sumber Reuter, yang tidak berwenang untuk berbicara kepada media tentang masalah ini. Dirinya melontarkan keyakinannya akan pernyataan yang disampaikan. Sumber kedua juga mengatakan, kebijakan itu akan diperpanjang selama setahun penuh hingga 2017.

Saat ditanyakan, pihak Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, bersama dengan Kementerian Keuangan, masih belum mengomentari masalah ini. Seorang pejabat Kementerian Perindustrian juga mengamini apa yang dikatakan sumber Reuters.

Para analis otomotif memperingatkan, kalau penjualan akan mengalami penurunan atau menjadi flat tahun depan, jika pemotongan pajak diputuskan berakhir tahun ini. Rekomendasi serupa juga disampaikan oleh asosiasi produsen mobil China, walaupun penjualan tumbuh tanpa kebijakan “tax cut”, paling banyak hanya sebesar 2 persen di 2017.